Sudahkah Anda Membuat Buku Impian Anda?
Sahabat blog motivasi sukses, percayakah anda jika saya katakan tidak ada yang terjadi kecuali pada awalnya adalah sebuah mimpi? Jika ya jawaban anda, sudahkah anda membuat BUKU IMPIAN anda? Jika belum, silahkan simak tulisan saya kali ini :)
Bayangkan seandainya anda diberi jatah umur hanya sampai 10 atau 20 tahun ke depan, apa yang akan anda hasilkan? Prestasi dan karya apa yang ingin anda persembahkan untuk kemanusiaan? Bagaimana kira - kira orang akan mengenang anda 100 tahun yang akan datang ketika semua harta, teman dan keluarga anda sudah pula tiada?
Ini perlu anda rumuskan sejak sekarang. Membangun kerajaan impian dan merencanakan masa depan sangatlah penting. Tanpa itu kita akan berjalan tanpa semangat. Karena itu apapun yang anda impikan perlu anda tulis dan catat dalam BUKU IMPIAN anda. Apa sih maksudnya buku impian itu? Buku impian adalah buku yang berisi daftar keinginan (Wish List) yang ingin anda capai dengan batasan waktu tertentu.
Setiap sebuah keinginan telah terwujud. Anda centangi, kemudian mulai lagi untuk TAKE ACTION mewujudkan impian anda tersebut satu persatu sampai semua keinginan dan impian anda dalam buku impian tersebut terwujud.
Inilah yang dilakukan oleh John Goddard ketika berumur 15 tahun, pada tahun 1940. Ketika kebanyakan kita masih belajar, bermain bahkan sibuk dengan kegiatan yang tanpa tujuan. John Goddard malah mengambil kertas bergaris berwarna kuning dan menuliskan 127 impian hidupnya. Tulisan ini kemudian menjadi cetak biru kehidupannya.
Pada tahun 1972, ketika ia berumur 47 tahun. Ia telah mencapai lebih dari 103 impian dan goal yang ditargetkannya. Kisah sukses John Goddard ini kemudian menjadi salah satu buku yang paling banyak dicetak ulang sepanjang sejarah!
Sahabat blog motivasi sukses, anda sudah simak bagaimana seorang anak remaja yang sukses luar biasa dengan menulis buku impiannya. Sekarang pertanyaannya, sudahkah anda membuat buku impian anda? Jika belum, TAKE ACTION-lah sekarang dan buat buku impian anda menjadi buku sejarah kesuksesan yang layak dibaca.
mau sukses disini
Halaman
BISNIS ONLINE
IKLAN SUKSES
Minggu, 17 Januari 2010
Tempat Berguru Petani dan Peternak Sapi
Tempat Berguru Petani dan Peternak Sapi
Sahabat blog motivasi sukses, ada sebuah kisah yang patut anda simak, asal petani punya tekad kuat dan berani mengubah pola penggunaan pupuk dari anorganik ke organik, niscaya hasilnya jauh lebih memuaskan. Selain ramah lingkungan, biaya pertanian yang menggunakan pupuk/pestisida organik jauh lebih hemat ketimbang menggunakan pupuk kimia. Subsidi pemerintah terhadap pengadaan pupuk akan berkurang.
Bermodal tekad inilah, Danto Pramonosidi merintis pertanian organik, dipadukan dengan peternakan dan pembibitan sapi. Dari Peternakan Sapi/Lembu An-Nuur di Sukoharjo, Jawa Tengah, yang dia bangun tahun 2001, Danto mencoba mewujudkan impiannya, melepaskan belenggu bahan kimia dari pertanian.
”Tahun 1999 saya pensiun dini sebagai kontraktor di sebuah BUMN karena diminta orangtua pulang ke kampung. Mulai saat itu saya berpikir bagaimana meningkatkan sumber daya manusia pedesaan agar bisa sejahtera lahir dan batin,” ujarnya.
Dia sempat terjun sendiri, berkutat di kandang sapi di lahan seluas 2.000 meter persegi, mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik dan urine sapi menjadi pestisida organik. lalu berkuliah untuk menambah ilmu tentang lingkungan.
Hasilnya tidak sia-sia. Tahun 2005 Danto menemukan model peternakan sapi terpadu dengan pertanian dan sarat dengan kewirausahaan. Tak hanya memproduksi pupuk dan pestisida organik, Danto juga memberikan contoh kepada peternak sapi cara mengelola kandang sapi yang bebas polusi.
Merasakan manfaat besar dari peternakan dan pertanian terpadu itu, Danto pun berbagi ilmu dengan para petani, peternak sapi, penyuluh pertanian, termasuk para mahasiswa.
Menularkan model
Sejak 2005 ia mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan (P4S) serta membuka program magang bagi petani dan mahasiswa. Berbagai pengalaman, mulai dari beternak sapi hingga ke pembibitan sapi, mengelola kotoran sapi padat dan cair menjadi pupuk dan pestisida, serta menggunakan pupuk dan pestisida organik ke lahan pertanian padi sehingga menghasilkan produk pertanian organik, ditularkannya. Ia juga mengajarkan bagaimana kotoran sapi diolah menjadi biogas.
Dimulai dari kelompok tani di desanya, Danto menularkan model peternakan dan pertanian terpadu hingga ke Kabupaten Sukoharjo. Ratusan petani berbagai kelompok tani dari Kabupaten Sukoharjo, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Boyolali, Klaten, dan daerah-daerah lainnya di Jateng, Padang, dan Lombok, pernah magang di P4S.
”Biasanya mereka yang menentukan waktu magang. Materinya juga tergantung permintaan yang mau magang. Paling banyak pertanian dan peternakan. Ada juga yang tertarik kewirausahaan,” ujarnya.
Didukung petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) di Sukoharjo serta sejumlah dosen di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Universitas Slamet Riyadi Surakarta, dan Universitas Islam Batik Surakarta, hingga kini Danto menyelenggarakan program magang dan pendidikan, memperkenalkan pupuk dan pestisida organik, meyakinkan petani untuk beralih ke pertanian organik.
Kandang bebas polusi
Pada awal memulai peternakan sapi, kotoran sapi (letong) hanya ditumpuk dan dikumpulkan di kandang sehingga sering diprotes tetangga. Mengatasi polusi dari peternakan sapi, tahun 2002 Danto memutuskan kuliah di Program Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dari sini dia mendapatkan ilmu beternak sapi yang ramah lingkungan.
Sejak tahun 2003 ia menerapkan pola peternakan dan pembibitan sapi dengan lingkungan yang bersih, bebas polusi. Hasilnya, dari 7 sapi betina, kini ia memiliki 42 ekor sapi.
Dia juga mulai mengolah kotoran sapi menjadi pupuk padat dan cair serta mengolah urine menjadi pestisida. Hasilnya digunakan di lahan sawah sekitar 1,9 hektar. ”Saya mencoba pupuk dan pestisida organik di sawah sendiri. Menghilangkan sisa-sisa kimia memang tidak secepat itu. Untuk mencapai mutu panen yang sama dengan pupuk kimia, setidaknya harus melewati enam kali panen,” ujarnya.
Berkat ketabahannya, lahan pertaniannya pun bebas dari bahan kimia. Beras organik di pasaran dijual sekitar Rp 8.000 per kilogram, sedangkan harga beras biasa hanya sekitar Rp 6.000 per kilogram.
Sejak tahun 2005 Danto mulai memperkenalkan model peternakan dan pertanian terpadu ini. Ia juga memproduksi pupuk organik dan pestisida cair, yang diberi nama Ursa Plus.
Untuk meyakinkan petani meninggalkan pupuk dan pestisida kimia dan beralih menggunakan pupuk dan pestisida organik, Danto bekerja sama dengan sejumlah kelompok tani di Sukoharjo menerapkan pertanian organik.
Awalnya memang tidak mudah mengajak petani beralih ke pupuk organik. Selama dua tahun lebih hanya beberapa petani yang tertarik menggunakan pupuk dan pestisida organik, itu pun belum 100 persen. Namun, Danto dan sejumlah pemimpin kelompok tani tak menyerah.
Petani terus diyakinkan walau membutuhkan waktu lima hingga enam kali panen untuk menghilangkan sisa-sisa kimia dari lahan pertanian. Alhasil, tahun 2008 petani mulai melirik pupuk organik. Kendati masih mencampur dengan pupuk kimia, sejumlah kelompok tani di Sukoharjo secara bertahap menggunakan pupuk dan pestisida organik. Pada masa tanam tahun 2009 beberapa petani yang pernah magang di tempatnya, memutuskan berhenti menggunakan pupuk dan pestisida kimia.
Lebih dari lima tahun menggeluti peternakan dan pertanian terpadu membuat Danto memiliki impian ”mengindonesiakan sapi”. Model peternakan sapi terpadu ini kelak bisa mencukupi kebutuhan daging sapi di dalam negeri, dan bahkan bisa mengekspor sapi ke luar negeri.
Oleh : Sonya Hellen Sinombor
mau sukses disini
Sahabat blog motivasi sukses, ada sebuah kisah yang patut anda simak, asal petani punya tekad kuat dan berani mengubah pola penggunaan pupuk dari anorganik ke organik, niscaya hasilnya jauh lebih memuaskan. Selain ramah lingkungan, biaya pertanian yang menggunakan pupuk/pestisida organik jauh lebih hemat ketimbang menggunakan pupuk kimia. Subsidi pemerintah terhadap pengadaan pupuk akan berkurang.
Bermodal tekad inilah, Danto Pramonosidi merintis pertanian organik, dipadukan dengan peternakan dan pembibitan sapi. Dari Peternakan Sapi/Lembu An-Nuur di Sukoharjo, Jawa Tengah, yang dia bangun tahun 2001, Danto mencoba mewujudkan impiannya, melepaskan belenggu bahan kimia dari pertanian.
”Tahun 1999 saya pensiun dini sebagai kontraktor di sebuah BUMN karena diminta orangtua pulang ke kampung. Mulai saat itu saya berpikir bagaimana meningkatkan sumber daya manusia pedesaan agar bisa sejahtera lahir dan batin,” ujarnya.
Dia sempat terjun sendiri, berkutat di kandang sapi di lahan seluas 2.000 meter persegi, mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik dan urine sapi menjadi pestisida organik. lalu berkuliah untuk menambah ilmu tentang lingkungan.
Hasilnya tidak sia-sia. Tahun 2005 Danto menemukan model peternakan sapi terpadu dengan pertanian dan sarat dengan kewirausahaan. Tak hanya memproduksi pupuk dan pestisida organik, Danto juga memberikan contoh kepada peternak sapi cara mengelola kandang sapi yang bebas polusi.
Merasakan manfaat besar dari peternakan dan pertanian terpadu itu, Danto pun berbagi ilmu dengan para petani, peternak sapi, penyuluh pertanian, termasuk para mahasiswa.
Menularkan model
Sejak 2005 ia mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan (P4S) serta membuka program magang bagi petani dan mahasiswa. Berbagai pengalaman, mulai dari beternak sapi hingga ke pembibitan sapi, mengelola kotoran sapi padat dan cair menjadi pupuk dan pestisida, serta menggunakan pupuk dan pestisida organik ke lahan pertanian padi sehingga menghasilkan produk pertanian organik, ditularkannya. Ia juga mengajarkan bagaimana kotoran sapi diolah menjadi biogas.
Dimulai dari kelompok tani di desanya, Danto menularkan model peternakan dan pertanian terpadu hingga ke Kabupaten Sukoharjo. Ratusan petani berbagai kelompok tani dari Kabupaten Sukoharjo, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Boyolali, Klaten, dan daerah-daerah lainnya di Jateng, Padang, dan Lombok, pernah magang di P4S.
”Biasanya mereka yang menentukan waktu magang. Materinya juga tergantung permintaan yang mau magang. Paling banyak pertanian dan peternakan. Ada juga yang tertarik kewirausahaan,” ujarnya.
Didukung petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) di Sukoharjo serta sejumlah dosen di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Universitas Slamet Riyadi Surakarta, dan Universitas Islam Batik Surakarta, hingga kini Danto menyelenggarakan program magang dan pendidikan, memperkenalkan pupuk dan pestisida organik, meyakinkan petani untuk beralih ke pertanian organik.
Kandang bebas polusi
Pada awal memulai peternakan sapi, kotoran sapi (letong) hanya ditumpuk dan dikumpulkan di kandang sehingga sering diprotes tetangga. Mengatasi polusi dari peternakan sapi, tahun 2002 Danto memutuskan kuliah di Program Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dari sini dia mendapatkan ilmu beternak sapi yang ramah lingkungan.
Sejak tahun 2003 ia menerapkan pola peternakan dan pembibitan sapi dengan lingkungan yang bersih, bebas polusi. Hasilnya, dari 7 sapi betina, kini ia memiliki 42 ekor sapi.
Dia juga mulai mengolah kotoran sapi menjadi pupuk padat dan cair serta mengolah urine menjadi pestisida. Hasilnya digunakan di lahan sawah sekitar 1,9 hektar. ”Saya mencoba pupuk dan pestisida organik di sawah sendiri. Menghilangkan sisa-sisa kimia memang tidak secepat itu. Untuk mencapai mutu panen yang sama dengan pupuk kimia, setidaknya harus melewati enam kali panen,” ujarnya.
Berkat ketabahannya, lahan pertaniannya pun bebas dari bahan kimia. Beras organik di pasaran dijual sekitar Rp 8.000 per kilogram, sedangkan harga beras biasa hanya sekitar Rp 6.000 per kilogram.
Sejak tahun 2005 Danto mulai memperkenalkan model peternakan dan pertanian terpadu ini. Ia juga memproduksi pupuk organik dan pestisida cair, yang diberi nama Ursa Plus.
Untuk meyakinkan petani meninggalkan pupuk dan pestisida kimia dan beralih menggunakan pupuk dan pestisida organik, Danto bekerja sama dengan sejumlah kelompok tani di Sukoharjo menerapkan pertanian organik.
Awalnya memang tidak mudah mengajak petani beralih ke pupuk organik. Selama dua tahun lebih hanya beberapa petani yang tertarik menggunakan pupuk dan pestisida organik, itu pun belum 100 persen. Namun, Danto dan sejumlah pemimpin kelompok tani tak menyerah.
Petani terus diyakinkan walau membutuhkan waktu lima hingga enam kali panen untuk menghilangkan sisa-sisa kimia dari lahan pertanian. Alhasil, tahun 2008 petani mulai melirik pupuk organik. Kendati masih mencampur dengan pupuk kimia, sejumlah kelompok tani di Sukoharjo secara bertahap menggunakan pupuk dan pestisida organik. Pada masa tanam tahun 2009 beberapa petani yang pernah magang di tempatnya, memutuskan berhenti menggunakan pupuk dan pestisida kimia.
Lebih dari lima tahun menggeluti peternakan dan pertanian terpadu membuat Danto memiliki impian ”mengindonesiakan sapi”. Model peternakan sapi terpadu ini kelak bisa mencukupi kebutuhan daging sapi di dalam negeri, dan bahkan bisa mengekspor sapi ke luar negeri.
Oleh : Sonya Hellen Sinombor
mau sukses disini
Rahasia Menyelesaikan Masalah Secara Efektif
Rahasia Menyelesaikan Masalah Secara Efektif
Sahabat blog motivasi sukses, si Budi, karyawan sebuah perusahaan manufaktur elektronik baru saja mendapatkan promosi kenaikan golongan tahun ini. Tadinya, hanya seorang “Assiten supervisor”, kini menjadi “Supervisor penuh”. Masa kerjanya sudah lebih dari dua tahun dan kinerjanya yang baik, cukup menjadi alasan mengapa si Manajer memberikan “bonus” berupaka kenaikan golongan di tahun ini.
Tetapi, bukan berarti si Budi bisa berleha-leha. Ada banyak project yang dilimpahkan kepadanya, bahkan bulan depan ia telah ditunjuk sebagai “project leader” untuk sebuah proyek peningkatan kualitas produk.
Nah, disinilah Budi mengalami beberapa hambatan. Ia tadinya berfikir bahwa menjadi “project leader” hanya perlu komunikasi dan komunikasi. Oh ! Ternyata tidak, banyak hal dilapangan yang tidak sesuai dengan perencanaan yang dibuat bersama tim. Ia harus merumuskan kembali, menganalisa masalah, memperbaiki dan membuat terobosan-terobosan baru.
Haiiya…! Dan, Budi berhasil.
Apa kuncinya? Budi menggunakan pendekatan P-D-C-A sebagai proses penyelesaian masalah. Dalam bahasa pengendalian kualitas, P-D-C-A dapat diartikan sebagai proses penyelesaian dan pengendalian masalah dengan pola runtun dan sistematis. Secara ringkas, ia berarti:
1. P (PLAN = Rencanakan)
Artinya merencanakan SASARAN (GOAL=TUJUAN) dan PROSES apa yang dibutuhkan untuk menentukan hasil yang sesuai dengan SPESIFIKASI tujuan yang ditetapkan. PLAN ini harus diterjemahkan secara detil dan per sub-sistem.
2. D (DO= Kerjakan)
Artinya MELAKUKAN perencanaan PROSES yang telah ditetapkan sebelumnya. Ukuran-ukuran proses ini juga telah ditetapkan dalam tahap PLAN.
3. C (CHECK=Evaluasi)
Artinya melakukan evaluasi terhadap SASARAN dan PROSES serta melaporkan apa saja hasilnya.
4. A (ACT = Menindaklanjuti)
Artinya melakukan evaluasi total terhadap hasil SASARAN dan PROSES dan menindaklanjuti dengan perbaikan-perbaikan. Proses ACT ini sangat penting artinya sebelum kita melangkah lebih jauh ke proses perbaikan selanjutnya.
Nah, bagaimana dengan Anda, apakah di perusahaan Anda sudah melakukan hal yang serupa? Selain PDCA, masih banyak lagi problem solving process method yang lain.
Oleh: Nurhadi
mau sukses disini
Sahabat blog motivasi sukses, si Budi, karyawan sebuah perusahaan manufaktur elektronik baru saja mendapatkan promosi kenaikan golongan tahun ini. Tadinya, hanya seorang “Assiten supervisor”, kini menjadi “Supervisor penuh”. Masa kerjanya sudah lebih dari dua tahun dan kinerjanya yang baik, cukup menjadi alasan mengapa si Manajer memberikan “bonus” berupaka kenaikan golongan di tahun ini.
Tetapi, bukan berarti si Budi bisa berleha-leha. Ada banyak project yang dilimpahkan kepadanya, bahkan bulan depan ia telah ditunjuk sebagai “project leader” untuk sebuah proyek peningkatan kualitas produk.
Nah, disinilah Budi mengalami beberapa hambatan. Ia tadinya berfikir bahwa menjadi “project leader” hanya perlu komunikasi dan komunikasi. Oh ! Ternyata tidak, banyak hal dilapangan yang tidak sesuai dengan perencanaan yang dibuat bersama tim. Ia harus merumuskan kembali, menganalisa masalah, memperbaiki dan membuat terobosan-terobosan baru.
Haiiya…! Dan, Budi berhasil.
Apa kuncinya? Budi menggunakan pendekatan P-D-C-A sebagai proses penyelesaian masalah. Dalam bahasa pengendalian kualitas, P-D-C-A dapat diartikan sebagai proses penyelesaian dan pengendalian masalah dengan pola runtun dan sistematis. Secara ringkas, ia berarti:
1. P (PLAN = Rencanakan)
Artinya merencanakan SASARAN (GOAL=TUJUAN) dan PROSES apa yang dibutuhkan untuk menentukan hasil yang sesuai dengan SPESIFIKASI tujuan yang ditetapkan. PLAN ini harus diterjemahkan secara detil dan per sub-sistem.
2. D (DO= Kerjakan)
Artinya MELAKUKAN perencanaan PROSES yang telah ditetapkan sebelumnya. Ukuran-ukuran proses ini juga telah ditetapkan dalam tahap PLAN.
3. C (CHECK=Evaluasi)
Artinya melakukan evaluasi terhadap SASARAN dan PROSES serta melaporkan apa saja hasilnya.
4. A (ACT = Menindaklanjuti)
Artinya melakukan evaluasi total terhadap hasil SASARAN dan PROSES dan menindaklanjuti dengan perbaikan-perbaikan. Proses ACT ini sangat penting artinya sebelum kita melangkah lebih jauh ke proses perbaikan selanjutnya.
Nah, bagaimana dengan Anda, apakah di perusahaan Anda sudah melakukan hal yang serupa? Selain PDCA, masih banyak lagi problem solving process method yang lain.
Oleh: Nurhadi
mau sukses disini
Kakek Bodoh Memindahkan Gunung
Kakek Bodoh Memindahkan Gunung
Sahabat blog motivasi sukses yang luar biasa, berikut ini adalah cerita legenda dari Tiongkok kuno. Alkisah, di sebuah desa terpencil, tinggallah seorang kakek bersama dengan keluarga besarnya. Desa tempat mereka tinggal itu terletak di antara dua gunung besar. Bila keluarga sang kakek itu hendak pergi ke desa lain, mereka harus berjalan kaki berhari-hari lamanya memutari gunung. Tentu itu sangat melelahkan dan menyita banyak waktu.
Suatu saat, sang kakek tua dengan pemikirannya yang lugu dan sederhana mengemukakan tekadnya. Ia mengajak segenap keluarganya untuk bahu-membahu memindahkan gunung. Pada hari yang telah ditentukan, keluarga sang kakek pun mulai menggali tanah lereng gunung. Hari demi hari dipenuhi dengan bekerja menggali-menggali dan menggali lereng gunung. Melihat kesibukan tersebut, beberapa hari kemudian para tetangga berdatangan. Salah seorang pemuda begitu penasaran dan bertanya pada si kakek.
"Kakek dan seluruh keluarga besar setiap hari terlihat begitu sibuk! Dari pagi sampai sore, menggali lereng gunung. Sebenarnya, apa maksud dan tujuan kakek?"
Si kakek menghentikan kerjanya. "Kami menggali untuk memindahkan gunung ini, Nak," jawabnya mantap.
"Hah, memindahkan gunung?? Mana mungkin, Kek?!" tanya si pemuda tidak percaya.
"Gunung sebesar itu kok mau dipindahkan," lanjutnya. "Kakek kan sudah tua. Saya yakin, sebelum gunung bisa dipindahkan, kakek pasti sudah meninggal lebih dulu. Dengan begitu, bukankah kakek mengerjakan sesuatu yang sia-sia belaka?"
Si kakek menjawab dengan lantang, "Kakek memang sudah tua. Tapi bila kakek meninggal, ada anak-anak yang meneruskan, ada cucu-cucu yang akan menggantikan, begitu seterusnya... Selama kami punya tekad, mau bekerja keras, penuh kesungguhan hati, dan konsisten, kakek yakin suatu hari kelak, gunung ini pasti bisa dipindahkan. Dan jalan kehidupan kita semua akan lebih mudah!"
Tekad si kakek dan keluarganya yang begitu kuat, menggoyahkan hati masyarakat sekitar situ. Maka, mereka pun berbondong-bondong bergantian, dengan peralatan yang seadanya, bahu membahu mulai ikut bersama-sama bekerja menggali lereng gunung itu.
Singkat cerita, hati para dewa di khayangan pun akhirnya tergerak ketika melihat tekad si kakek dan semangat warga desa. Kemudian, mereka sepakat membantu sang kakek untuk memindahkan gunung itu. Dan haaap, tangan para dewa sibuk melambai bekerja sama. Dalam sekejap, terjadilah keajaiban! Gunung pun berpindah tempat dan jalan terbentang luas menuju kemana pun masyarakat desa itu hendak pergi.
Netter yang luar biasa,
Di Tiongkok, kisah legenda ini terkenal dengan sebutan "Kisah si Kakek Bodoh Memindahkan Gunung."
Walau cerita itu hanya sekadar legenda, namun pesan moral tentang kekuatan tekad dan kesungguhan hati ini sungguh luar biasa!! Kita tahu, kemajuan peradaban manusia tidak akan seperti sekarang, jika dunia ini tidak dihuni oleh manusia-manusia yang memiliki tekad seperti kakek tua tadi. Saat ini, tak terhitung jumlah penemuan baru dan teknologi modern sebagai karya-karya spektakuler dari manusia-manusia bertekad baja. Sulit dibayangkan, apa jadinya dunia ini jika tidak ada manusia-manusia yang memiliki cita-cita besar, tekad membaja, konsistensi, dan persistensi yang luar biasa.
Legenda di atas mengajarkan kepada kita, bahwa kemajuan pribadi-pribadi, kemajuan masyarakat, dan kemajuan sebuah bangsa sangat dipengaruhi oleh kekuatan tekad. Tekad merupakan sumber motivasi yang menggerakkan manusia menuju cita-citanya. Tekad merupakan kekayaan sekaligus modal bagi kemajuan dan kemakmuran. Bagi mereka yang memiliki tekad yang sangat kuat, tidak ada yang mustahil di dunia ini. Nothing is impossible under the sun.
Selama memiliki tekad, kesungguhan hati, keyakinan dan konsistensi, kita akan mampu mewujudkan apa yang kita cita-citakan.
Miliki tekad dan ciptakan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin!
Salam sukses, LUAR BIASA!
Oleh : Andrie Wongso
mau sukses disini
Sahabat blog motivasi sukses yang luar biasa, berikut ini adalah cerita legenda dari Tiongkok kuno. Alkisah, di sebuah desa terpencil, tinggallah seorang kakek bersama dengan keluarga besarnya. Desa tempat mereka tinggal itu terletak di antara dua gunung besar. Bila keluarga sang kakek itu hendak pergi ke desa lain, mereka harus berjalan kaki berhari-hari lamanya memutari gunung. Tentu itu sangat melelahkan dan menyita banyak waktu.
Suatu saat, sang kakek tua dengan pemikirannya yang lugu dan sederhana mengemukakan tekadnya. Ia mengajak segenap keluarganya untuk bahu-membahu memindahkan gunung. Pada hari yang telah ditentukan, keluarga sang kakek pun mulai menggali tanah lereng gunung. Hari demi hari dipenuhi dengan bekerja menggali-menggali dan menggali lereng gunung. Melihat kesibukan tersebut, beberapa hari kemudian para tetangga berdatangan. Salah seorang pemuda begitu penasaran dan bertanya pada si kakek.
"Kakek dan seluruh keluarga besar setiap hari terlihat begitu sibuk! Dari pagi sampai sore, menggali lereng gunung. Sebenarnya, apa maksud dan tujuan kakek?"
Si kakek menghentikan kerjanya. "Kami menggali untuk memindahkan gunung ini, Nak," jawabnya mantap.
"Hah, memindahkan gunung?? Mana mungkin, Kek?!" tanya si pemuda tidak percaya.
"Gunung sebesar itu kok mau dipindahkan," lanjutnya. "Kakek kan sudah tua. Saya yakin, sebelum gunung bisa dipindahkan, kakek pasti sudah meninggal lebih dulu. Dengan begitu, bukankah kakek mengerjakan sesuatu yang sia-sia belaka?"
Si kakek menjawab dengan lantang, "Kakek memang sudah tua. Tapi bila kakek meninggal, ada anak-anak yang meneruskan, ada cucu-cucu yang akan menggantikan, begitu seterusnya... Selama kami punya tekad, mau bekerja keras, penuh kesungguhan hati, dan konsisten, kakek yakin suatu hari kelak, gunung ini pasti bisa dipindahkan. Dan jalan kehidupan kita semua akan lebih mudah!"
Tekad si kakek dan keluarganya yang begitu kuat, menggoyahkan hati masyarakat sekitar situ. Maka, mereka pun berbondong-bondong bergantian, dengan peralatan yang seadanya, bahu membahu mulai ikut bersama-sama bekerja menggali lereng gunung itu.
Singkat cerita, hati para dewa di khayangan pun akhirnya tergerak ketika melihat tekad si kakek dan semangat warga desa. Kemudian, mereka sepakat membantu sang kakek untuk memindahkan gunung itu. Dan haaap, tangan para dewa sibuk melambai bekerja sama. Dalam sekejap, terjadilah keajaiban! Gunung pun berpindah tempat dan jalan terbentang luas menuju kemana pun masyarakat desa itu hendak pergi.
Netter yang luar biasa,
Di Tiongkok, kisah legenda ini terkenal dengan sebutan "Kisah si Kakek Bodoh Memindahkan Gunung."
Walau cerita itu hanya sekadar legenda, namun pesan moral tentang kekuatan tekad dan kesungguhan hati ini sungguh luar biasa!! Kita tahu, kemajuan peradaban manusia tidak akan seperti sekarang, jika dunia ini tidak dihuni oleh manusia-manusia yang memiliki tekad seperti kakek tua tadi. Saat ini, tak terhitung jumlah penemuan baru dan teknologi modern sebagai karya-karya spektakuler dari manusia-manusia bertekad baja. Sulit dibayangkan, apa jadinya dunia ini jika tidak ada manusia-manusia yang memiliki cita-cita besar, tekad membaja, konsistensi, dan persistensi yang luar biasa.
Legenda di atas mengajarkan kepada kita, bahwa kemajuan pribadi-pribadi, kemajuan masyarakat, dan kemajuan sebuah bangsa sangat dipengaruhi oleh kekuatan tekad. Tekad merupakan sumber motivasi yang menggerakkan manusia menuju cita-citanya. Tekad merupakan kekayaan sekaligus modal bagi kemajuan dan kemakmuran. Bagi mereka yang memiliki tekad yang sangat kuat, tidak ada yang mustahil di dunia ini. Nothing is impossible under the sun.
Selama memiliki tekad, kesungguhan hati, keyakinan dan konsistensi, kita akan mampu mewujudkan apa yang kita cita-citakan.
Miliki tekad dan ciptakan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin!
Salam sukses, LUAR BIASA!
Oleh : Andrie Wongso
mau sukses disini
Kegagalan ibu kesuksesan
Kegagalan Ibu Kesuksesan
Dalam mengembangkan usaha bisnis ataupun dalam perjuangan mencapai puncak karier,adalah hal yang wajar jika kita berharap semua bisa berjalan lancar tanpa hambatan dan kesulitan yang berarti.
Namun,kenyataan tak selalu sama dengan apa yang di harapkan.
Karena itu dalam proses perjuangan tersebut,tidak jarang kita di hadapkan pada kondisi sulit yang tak muncul hanya sekali.Bahkan,kadang kadang kita merasa halangan dan tantangan datang silih berganti.
Pada saat kondisi sulit menghadang,perlu kita tanamkan sebuah keyakinan,yakni bahwa:
"Saat sebuah Kesulitan mampu kita atasi,bersamaan itu pula akan muncul kesempatan baru yang memungkinkan kita melanjutkan Perjuangan mencapai Kesuksesan"
Perlu kita perkuat keyakinan dalam diri bahwa setiap momen negatif yang muncul pasti diiringi dengan masa pembelajaran yang positif untuk mengantarkan kita mencapai sukses dan kebahagiaan yang sebenarnya.
Tetapi,dalam kenyataan yang sering terjadi,saat kita di hadapkan pada kesulitan,rintangan,kesalahan,dan problematika yang bermunculan,fighting spirit atau daya juang kita justru menjadi turun,rapuh, dan mudah runtuh.
Semuanya menjadi terasa sangat berat sehingga membebani mental dan pikiran kita.Bahkan tidak jarang jika itu yang kita alami akan membuat diri merasa gagal,frustasi,depresi,putus asa,hingga menganggap ini semua merupakan suratan nasib yang memang harus di alami,ujung-ujungnya kita akan hanya jadi pribadi yang mudah menyerah.
Mengapa kita cepat merasa gagal?
Mengapa kita mudah menyerah?
Apa yang sebenarnya,membuat diri kita rapuh dan lemah semangat?
Perasaan tersebut sebenarnya,adalah akibat dari hasil pikiran atau kesadaran tentang proses perjuangan hidup yang belum matang,Kita belum mampu memahami dan menggali arti di balik ujian dan cobaan yang menghadang.
Padahal,jangankan cuma kesulitan yang menghadang,tantangan paling berat sekalipun sebenarnya justru akan mengantarkan kita pada kesuksesan.
Ini sejalan dengan pepatah yang di jadikan Judul
"Kegagalan adalah Ibu kandung Kesuksesan".
Berkaca dari kalimat bijak tersebut kita perlu menyadari,bahwa Kesulitan,Kegagalan memang telah jadi bagian dinamika kehidupan.
Setiap Kegagalan pasti akan membawa Hikmah yang sepadan.Bahkan sebenarnya,Kesuksesan sejati adalah kristalisasi dari berbagai macam Kesulitan dan Kegagalan yang mamp u kita atasi.
"Kesuksesan Sejati Adalah Kristalisasi
dari Berbagai macam Kesulitan dan
Kegagalan yang mampu kita Atasi"
Untuk itulah dalam kehidupan ini,kita di tuntut memiliki"Keuletan Ekstra"Keuletan disini berarti tidak sekedar sabar,bertahan,apatis,pasif ataupun pasrah.
Tetapi "Keuletan Ekstra"adalah bentuk keuletan yang di dalamnya terkandung sikap,antusias,proaktif,gigih,tegar,dan berani untuk beraksi dan berjuang terus menerus tanpa henti demi mencapai cita-cita diri.
Kekayaan mental harus terus dipupuk dan sikap pantang menyerah dikembangkan sebagai bentuk kekuatan untuk menggapai Kesuksesan.
Sikap mental"Keuletan Ekstra" di atas perlu kita praktekkan dalam setiap tantangan yang muncul,dan jika kemudian hal tersebut mampu menjadi kebiasaan di kehidupan kita,maka kita akan sadar bahwa hanya melalui kelemahan,kesulitan,kesalahan,dan juga kegagalan,barulah kita mempunyai kesempatan untuk mematangkan mental dan menjadi dewasa dalam kehidupan,Itulah yang kita sebut sebagai proses"Belajar Dalam Arti Yang Sebenarnya"
Pembaca Yang Luar Biasa,
Dalam Perjalanan panjang hidup ini,saya sendiri telah kenyang mengunyah kesulitan dan kegagalan.
Dari proses itu,saya telah menganggap semua itu sebagai Vitamin Kesuksesan.
Tiap orang yang sukses tidak mungkin terbebas dari kegagalan,tidak ada kesuksesan sejati yang bisa berdiri tegak tanpa kemampuan mengatasi semua halangan dan rintangan.
Mari Resapi makna Kegagalan sebagai ibu kandung kesuksesan.Kita pahami maksudnya dan praktekkan dalam kehidupan untuk mencapai sukses yang Luar Biasa!!!
*)By Andrie Wongso,Sang Pembelajar
mau sukses disini
Dalam mengembangkan usaha bisnis ataupun dalam perjuangan mencapai puncak karier,adalah hal yang wajar jika kita berharap semua bisa berjalan lancar tanpa hambatan dan kesulitan yang berarti.
Namun,kenyataan tak selalu sama dengan apa yang di harapkan.
Karena itu dalam proses perjuangan tersebut,tidak jarang kita di hadapkan pada kondisi sulit yang tak muncul hanya sekali.Bahkan,kadang kadang kita merasa halangan dan tantangan datang silih berganti.
Pada saat kondisi sulit menghadang,perlu kita tanamkan sebuah keyakinan,yakni bahwa:
"Saat sebuah Kesulitan mampu kita atasi,bersamaan itu pula akan muncul kesempatan baru yang memungkinkan kita melanjutkan Perjuangan mencapai Kesuksesan"
Perlu kita perkuat keyakinan dalam diri bahwa setiap momen negatif yang muncul pasti diiringi dengan masa pembelajaran yang positif untuk mengantarkan kita mencapai sukses dan kebahagiaan yang sebenarnya.
Tetapi,dalam kenyataan yang sering terjadi,saat kita di hadapkan pada kesulitan,rintangan,kesalahan,dan problematika yang bermunculan,fighting spirit atau daya juang kita justru menjadi turun,rapuh, dan mudah runtuh.
Semuanya menjadi terasa sangat berat sehingga membebani mental dan pikiran kita.Bahkan tidak jarang jika itu yang kita alami akan membuat diri merasa gagal,frustasi,depresi,putus asa,hingga menganggap ini semua merupakan suratan nasib yang memang harus di alami,ujung-ujungnya kita akan hanya jadi pribadi yang mudah menyerah.
Mengapa kita cepat merasa gagal?
Mengapa kita mudah menyerah?
Apa yang sebenarnya,membuat diri kita rapuh dan lemah semangat?
Perasaan tersebut sebenarnya,adalah akibat dari hasil pikiran atau kesadaran tentang proses perjuangan hidup yang belum matang,Kita belum mampu memahami dan menggali arti di balik ujian dan cobaan yang menghadang.
Padahal,jangankan cuma kesulitan yang menghadang,tantangan paling berat sekalipun sebenarnya justru akan mengantarkan kita pada kesuksesan.
Ini sejalan dengan pepatah yang di jadikan Judul
"Kegagalan adalah Ibu kandung Kesuksesan".
Berkaca dari kalimat bijak tersebut kita perlu menyadari,bahwa Kesulitan,Kegagalan memang telah jadi bagian dinamika kehidupan.
Setiap Kegagalan pasti akan membawa Hikmah yang sepadan.Bahkan sebenarnya,Kesuksesan sejati adalah kristalisasi dari berbagai macam Kesulitan dan Kegagalan yang mamp u kita atasi.
"Kesuksesan Sejati Adalah Kristalisasi
dari Berbagai macam Kesulitan dan
Kegagalan yang mampu kita Atasi"
Untuk itulah dalam kehidupan ini,kita di tuntut memiliki"Keuletan Ekstra"Keuletan disini berarti tidak sekedar sabar,bertahan,apatis,pasif ataupun pasrah.
Tetapi "Keuletan Ekstra"adalah bentuk keuletan yang di dalamnya terkandung sikap,antusias,proaktif,gigih,tegar,dan berani untuk beraksi dan berjuang terus menerus tanpa henti demi mencapai cita-cita diri.
Kekayaan mental harus terus dipupuk dan sikap pantang menyerah dikembangkan sebagai bentuk kekuatan untuk menggapai Kesuksesan.
Sikap mental"Keuletan Ekstra" di atas perlu kita praktekkan dalam setiap tantangan yang muncul,dan jika kemudian hal tersebut mampu menjadi kebiasaan di kehidupan kita,maka kita akan sadar bahwa hanya melalui kelemahan,kesulitan,kesalahan,dan juga kegagalan,barulah kita mempunyai kesempatan untuk mematangkan mental dan menjadi dewasa dalam kehidupan,Itulah yang kita sebut sebagai proses"Belajar Dalam Arti Yang Sebenarnya"
Pembaca Yang Luar Biasa,
Dalam Perjalanan panjang hidup ini,saya sendiri telah kenyang mengunyah kesulitan dan kegagalan.
Dari proses itu,saya telah menganggap semua itu sebagai Vitamin Kesuksesan.
Tiap orang yang sukses tidak mungkin terbebas dari kegagalan,tidak ada kesuksesan sejati yang bisa berdiri tegak tanpa kemampuan mengatasi semua halangan dan rintangan.
Mari Resapi makna Kegagalan sebagai ibu kandung kesuksesan.Kita pahami maksudnya dan praktekkan dalam kehidupan untuk mencapai sukses yang Luar Biasa!!!
*)By Andrie Wongso,Sang Pembelajar
mau sukses disini
Langganan:
Postingan (Atom)



