Keputusan untuk Sukses!
Ada pepatah bijak yang mengatakan bahwa "Anda 5 tahun kemudian akan sama dengan sekarang KECUALI 3 HAL yaitu:
1. Buku yang anda baca
2. Orang yang anda temui
3. Keputusan yang anda buat"
2 hal yang disebutkan pertama tidaklah lebih penting dari yang disebutkan terakhir meski semuanya merupakan sebuah paket yang utuh yaitu paket kesuksesan. Namun faktor yang ketiga adalah faktor yang teramat sentral dan utama dalam setiap kesuksesan yang kita ingin raih. Mengapa? Karena ada orang bijak pernah berkata "Buatlah sebuah keputusan maka anda telah 50 % sukses" Ini sepenuhnya benar.
Dengan belajar mengambil dan membuat keputusan untuk sukses, sama halnya bahwa kita telah benar - benar membulatkan tekad karena ingin dan mau untuk sukses. Bukankah sudah sering kita dengar peribahasa "Where there is a will, there is a way" Dimana ada keinginan, disitu ada jalan. Dengan begitu kita telah membangkitkan energi penggerak yang memotivasi diri kita untuk berjuang meraih apa yang kita inginkan dan ini -- seperti yang diungkapkan sebelumnya -- berarti kita telah 50 % sukses.
Langkah selanjutnya tinggal bagaimana merealisasikan keputusan tersebut menjadi bukan hanya mimpi dan harapan tapi menjadi sebuah kenyataan. Maka perlu adanya konsistensi dan persistensi (kesinambungan) serta determinasi (kesungguhan) dalam setiap tindakan kita sehingga kita pada gilirannya kita telah 99 % Sukses! Kenapa gak 100 %? Sebab kata orang tidak ada yang benar-benar 100 % di dunia ini.
Bila ini telah kita lakukan maka meski terkadang hasil akhir yang diraih tidak sejalan dengan apa yang direncanakan, tidaklah menjadi soal. Karena menurut Anthony Robbins, Pelatih Sukses No. 1 Dunia, "tidak penting berapa banyak kegagalan yang kita temui, tetapi seberapa banyak yang bisa kita hasilkan" jadi intinya adalah hasil. Tindakan kita apapun itu pasti akan membuahkan hasil baik itu hasil yang kita harapkan atau hasil yang kita tidak harapkan. Apapun hasilnya yang terpenting adalah sikap mental pantang menyerah dan semangat juang yang tinggi untuk menggapai apa yang kita impikan. Inilah yang harus dipupuk dan dipelihara.
Jadi, jika anda tidak ingin tetap sama keadaan dan kondisi -- baik itu kondisi intelektual, spiritual maupun finansial -- anda sekarang dengan 5 tahun mendatang, maka Buatlah keputusan bahwa saya harus sukses apapun yang terjadi. Karena kenapa? Karena "Success is My Right" Sukses itu hak saya. Demikian kata Andrie Wongso, Motivator No. 1 Indonesia.
Bagaimana menurut anda?
mau sukses disini
Halaman
BISNIS ONLINE
IKLAN SUKSES
Minggu, 17 Januari 2010
Bahaya virus K2P
Virus itu bernama K2P?
Apakah K2P itu? Kenapa ia disebut virus, racun, parasit ataupun penyakit? Lantas apa kaitannya dengan kesuksesan? Penasaran khan? :-) Silahkan baca posting saya selengkapnya...
K2P adalah singkatan dari Kemalasan, Keragu-raguan, dan Penundaan.
K2P adalah racun dan virus yang akan membunuh kesuksesan kita. Ibarat parasit di dalam tubuh K2P alias Kemalasan, Keragu-raguan, dan Penundaan harus diwaspadai, diantisipasi dan cepat didiagnosis sedini mungkin sebelum menjadi racun yang akan membunuh dan mematikan kesuksesan kita di kemudian hari.
Setiap detik, setiap menit, setiap jam, dan setiap harinya kita dihadapkan pada sejumlah pilihan-pilihan. Apakah itu pilihan yang bersifat personal, profesional, intelektual, finansial ataupun yang bersifat transendental alias spiritual. Bukankah hidup itu pilihan?
Namun terkadang pilihan tersebut sangat sulit untuk kita buat dengan dalih ketiadaan waktu, kesibukan, ataupun alasan-alasan lain yang sebenarnya kurang rasional dan terkesan terlalu di dramatisir dan dibuat-buat.
Padahal sebenarnya pilihan tersebut dapat cepat terlaksana ketika kita bisa memutuskan! Ingat rumusan bahwa dengan membuat keputusan anda sudah 50% sukses! Dengan melaksanakan dan menindaklanjuti keputusan maka anda sudah 99,99% sukses! Karena kata orang tidak ada yang 100% di dunia ini.
Memang kerap tidak mudah untuk membuat sebuah keputusan atau pilihan meski sebagian orang bertutur bahwa tidak membuat pilihan juga merupakan sebuah pilihan.
Rasa keengganan untuk berbuat dan bertindak padahal kita sudah sangat ingin untuk bertindak dan berbuat disebabkan karena 3 faktor utama tadi yaitu kemalasan, keraguan dan penunda-nundaan. Penyakit, parasit, virus dan racun bagi kesuksesan kita itu adalah satu paket. Paket yang akan menghempaskan kita ke jurang kegagalan. Ada sebuah pepatah bijak yang sangat menarik. "Jangan hanya sekedar ingin tapi bertindaklah, jangan hanya sekedar tahu tapi terapkanlah." ini sepenuhnya benar.
Orang-orang yang sukses sejatinya adalah orang-orang yang telah mensukseskan dirinya sendiri dan orang lain. Karena mereka telah menguasai, memimpin, mengendalikan, mengalahkan dan menaklukan dirinya sendiri. Menaklukan dirinya dari segala hal yang dapat menghambat kesuksesan mereka terutama dari virus, racun, penyakit serta parasit yang bernama K2P tersebut. Bukankah ada pepatah bijak yang mengatakan bahwa "orang yang besar bukanlah orang yang bisa mengalahkan orang lain, tetapi orang besar adalah orang yang bisa mengalahkan dirinya sendiri." Tidak mudah memang. Tetapi bukan berarti tidak mungkin bukan? "Nothing is impossible coz anything is possible. Since it's only a matter of thinking and a state of mind!" Tidak ada yang tidak mungkin. Segalanya mungkin. Itu hanyalah bagaimana kita melihatnya. Maka sungguh indah apa yang di bahasakan oleh Napoleon Hill, Bapak Berpikir Positif bahwa "What your mind Conceive and you Believe, you could Achieve" apa yang kita pikirkan dan rasakan kita yakini, kita bisa mencapainya.
Benar tidak?
Mau sukses disini
Apakah K2P itu? Kenapa ia disebut virus, racun, parasit ataupun penyakit? Lantas apa kaitannya dengan kesuksesan? Penasaran khan? :-) Silahkan baca posting saya selengkapnya...
K2P adalah singkatan dari Kemalasan, Keragu-raguan, dan Penundaan.
K2P adalah racun dan virus yang akan membunuh kesuksesan kita. Ibarat parasit di dalam tubuh K2P alias Kemalasan, Keragu-raguan, dan Penundaan harus diwaspadai, diantisipasi dan cepat didiagnosis sedini mungkin sebelum menjadi racun yang akan membunuh dan mematikan kesuksesan kita di kemudian hari.
Setiap detik, setiap menit, setiap jam, dan setiap harinya kita dihadapkan pada sejumlah pilihan-pilihan. Apakah itu pilihan yang bersifat personal, profesional, intelektual, finansial ataupun yang bersifat transendental alias spiritual. Bukankah hidup itu pilihan?
Namun terkadang pilihan tersebut sangat sulit untuk kita buat dengan dalih ketiadaan waktu, kesibukan, ataupun alasan-alasan lain yang sebenarnya kurang rasional dan terkesan terlalu di dramatisir dan dibuat-buat.
Padahal sebenarnya pilihan tersebut dapat cepat terlaksana ketika kita bisa memutuskan! Ingat rumusan bahwa dengan membuat keputusan anda sudah 50% sukses! Dengan melaksanakan dan menindaklanjuti keputusan maka anda sudah 99,99% sukses! Karena kata orang tidak ada yang 100% di dunia ini.
Memang kerap tidak mudah untuk membuat sebuah keputusan atau pilihan meski sebagian orang bertutur bahwa tidak membuat pilihan juga merupakan sebuah pilihan.
Rasa keengganan untuk berbuat dan bertindak padahal kita sudah sangat ingin untuk bertindak dan berbuat disebabkan karena 3 faktor utama tadi yaitu kemalasan, keraguan dan penunda-nundaan. Penyakit, parasit, virus dan racun bagi kesuksesan kita itu adalah satu paket. Paket yang akan menghempaskan kita ke jurang kegagalan. Ada sebuah pepatah bijak yang sangat menarik. "Jangan hanya sekedar ingin tapi bertindaklah, jangan hanya sekedar tahu tapi terapkanlah." ini sepenuhnya benar.
Orang-orang yang sukses sejatinya adalah orang-orang yang telah mensukseskan dirinya sendiri dan orang lain. Karena mereka telah menguasai, memimpin, mengendalikan, mengalahkan dan menaklukan dirinya sendiri. Menaklukan dirinya dari segala hal yang dapat menghambat kesuksesan mereka terutama dari virus, racun, penyakit serta parasit yang bernama K2P tersebut. Bukankah ada pepatah bijak yang mengatakan bahwa "orang yang besar bukanlah orang yang bisa mengalahkan orang lain, tetapi orang besar adalah orang yang bisa mengalahkan dirinya sendiri." Tidak mudah memang. Tetapi bukan berarti tidak mungkin bukan? "Nothing is impossible coz anything is possible. Since it's only a matter of thinking and a state of mind!" Tidak ada yang tidak mungkin. Segalanya mungkin. Itu hanyalah bagaimana kita melihatnya. Maka sungguh indah apa yang di bahasakan oleh Napoleon Hill, Bapak Berpikir Positif bahwa "What your mind Conceive and you Believe, you could Achieve" apa yang kita pikirkan dan rasakan kita yakini, kita bisa mencapainya.
Benar tidak?
Mau sukses disini
The Power of Kepepet
The Power of Kepepet
Sahabat motivasi sukses yang luar biasa, seperti yang telah saya singgung sebelumnya bahwa untuk sukses, kita perlu mengetahui bakat dan potensi unik yang ada dalam diri kita untuk kemudian diasah dan dilejitkan agar bisa sukses luar biasa!
Namun untuk dapat menemukan bakat dan potensi unik yang ada dalam diri kita tidaklah mudah. Perlu usaha, upaya dan ACTION yang ekstra luar biasa agar potensi - potensi tersebut dapat dideteksi, diasah, untuk kemudian dilejitkan.
Untuk sukses sekali lagi kita perlu senantiasa menciptakan dan menumbuhkan semangat dan motivasi serta aksi yang konsisten dan persisten. Namun kita sadar bahwa untuk tetap bisa konsisten dan termotivasi setiap saat tentu tidak mudah. Karena kita adalah manusia yang memiliki motivasi yang kadang pasang kadang surut. Maka ketika api motivasi itu redup, kita perlu mencari cara dan alternatif lain agar bara api motivasi itu dapat selalu menyala. Salah satunya dengan menggunakan rasa kepepet yang ada dalam diri kita.
Ada sebuah kekuatan yang luar biasa ketika kita menghadapi kehidupan yang menyebabkan kita 'terpojok' sehingga menjadi kepepet. Orang - orang yang kepepet dan bisa memodifikasi keterpepetannya akan menemukan aneka keindahan dalam hidupnya.
Contoh rasa kepepet yang diarahkan secara positif dan produktif adalah seperti apa yang dialami R.A. Saparinah Sahid. Sakit kanker menuntutnya membuat lukisan parca. Keberanian menghadapi penyakit membuatnya menemukan kemampuan yang luar biasa. Sebuah keterpepetan yang tetap dipertahankan dan mampu memunculkan keberkahan.
Seorang Saparinah Sahid yang sudah enam kali melakukan operasi kanker selalu mencoba untuk membuat pelarian diri yang produktif ketika tidak tahan menahan sakit kanker payudaranya. Saat rasa sakit datang, secara refleks beliau mengambil tripleks, gunting, lem dan bahan - bahan yang berada di ruang tamu yang dapat dipakai untuk membuat kerajinan bunga.
Saparinah tidak tahu penyebab penyakit kankernya itu. Beliau terkena kanker sejak usia 36 tahun. Pada tahun 1967 dioperasi lagi. Lalu berturut - turut pada tahun 1977 dan 1982.
Satu hal yang menarik dan luar biasa adalah kondisi kepepet yang dialami Saparinah digunakan untuk membuat lukisan kain perca. Membuahkan berkah dan manfaat besar bagi orang lain. Seratus karya yang telah dihasilkannya -- yang sebagian besar telah terjual -- hasil penjualannya sebagian besar digunakan untuk biaya operasional Sekolah Luar Biasa yang beliau kelola.
Sakit yang 'dilarikan' ke produktivitas sungguh dapat membuahkan karya yang luar biasa dan tentunya bisa digunakan kembali untuk menolong orang - orang yang membutuhkan.
Tentu kita tidak perlu menunggu untuk sakit dan kepepet dulu untuk menghasilkan karya. Namun pelajaran terbesarnya adalah bahwa manusia benar - benar makhluk yang biasa! Setiap potensi yang ada dalam diri -- termasuk rasa kepepet ini -- dapat menjadi sebuah kekuatan yang dapat memungkinkan apa - apa yang tidak mungkin. Karena setiap ketidakmungkinan adalah jalan lebar untuk mewujudkannya menjadi mungkin jika disikapi secara positif. itulah The Power of Kepepet.
Sahabat Sukses, sudahkah kepepet yang kita rasakan digunakan secara positif dan produktif? Sukses apa yang telah kita hasilkan dengan rasa kepepet ini?
mau sukses disini
Sahabat motivasi sukses yang luar biasa, seperti yang telah saya singgung sebelumnya bahwa untuk sukses, kita perlu mengetahui bakat dan potensi unik yang ada dalam diri kita untuk kemudian diasah dan dilejitkan agar bisa sukses luar biasa!
Namun untuk dapat menemukan bakat dan potensi unik yang ada dalam diri kita tidaklah mudah. Perlu usaha, upaya dan ACTION yang ekstra luar biasa agar potensi - potensi tersebut dapat dideteksi, diasah, untuk kemudian dilejitkan.
Untuk sukses sekali lagi kita perlu senantiasa menciptakan dan menumbuhkan semangat dan motivasi serta aksi yang konsisten dan persisten. Namun kita sadar bahwa untuk tetap bisa konsisten dan termotivasi setiap saat tentu tidak mudah. Karena kita adalah manusia yang memiliki motivasi yang kadang pasang kadang surut. Maka ketika api motivasi itu redup, kita perlu mencari cara dan alternatif lain agar bara api motivasi itu dapat selalu menyala. Salah satunya dengan menggunakan rasa kepepet yang ada dalam diri kita.
Ada sebuah kekuatan yang luar biasa ketika kita menghadapi kehidupan yang menyebabkan kita 'terpojok' sehingga menjadi kepepet. Orang - orang yang kepepet dan bisa memodifikasi keterpepetannya akan menemukan aneka keindahan dalam hidupnya.
Contoh rasa kepepet yang diarahkan secara positif dan produktif adalah seperti apa yang dialami R.A. Saparinah Sahid. Sakit kanker menuntutnya membuat lukisan parca. Keberanian menghadapi penyakit membuatnya menemukan kemampuan yang luar biasa. Sebuah keterpepetan yang tetap dipertahankan dan mampu memunculkan keberkahan.
Seorang Saparinah Sahid yang sudah enam kali melakukan operasi kanker selalu mencoba untuk membuat pelarian diri yang produktif ketika tidak tahan menahan sakit kanker payudaranya. Saat rasa sakit datang, secara refleks beliau mengambil tripleks, gunting, lem dan bahan - bahan yang berada di ruang tamu yang dapat dipakai untuk membuat kerajinan bunga.
Saparinah tidak tahu penyebab penyakit kankernya itu. Beliau terkena kanker sejak usia 36 tahun. Pada tahun 1967 dioperasi lagi. Lalu berturut - turut pada tahun 1977 dan 1982.
Satu hal yang menarik dan luar biasa adalah kondisi kepepet yang dialami Saparinah digunakan untuk membuat lukisan kain perca. Membuahkan berkah dan manfaat besar bagi orang lain. Seratus karya yang telah dihasilkannya -- yang sebagian besar telah terjual -- hasil penjualannya sebagian besar digunakan untuk biaya operasional Sekolah Luar Biasa yang beliau kelola.
Sakit yang 'dilarikan' ke produktivitas sungguh dapat membuahkan karya yang luar biasa dan tentunya bisa digunakan kembali untuk menolong orang - orang yang membutuhkan.
Tentu kita tidak perlu menunggu untuk sakit dan kepepet dulu untuk menghasilkan karya. Namun pelajaran terbesarnya adalah bahwa manusia benar - benar makhluk yang biasa! Setiap potensi yang ada dalam diri -- termasuk rasa kepepet ini -- dapat menjadi sebuah kekuatan yang dapat memungkinkan apa - apa yang tidak mungkin. Karena setiap ketidakmungkinan adalah jalan lebar untuk mewujudkannya menjadi mungkin jika disikapi secara positif. itulah The Power of Kepepet.
Sahabat Sukses, sudahkah kepepet yang kita rasakan digunakan secara positif dan produktif? Sukses apa yang telah kita hasilkan dengan rasa kepepet ini?
mau sukses disini
Sudahkah Anda BERSYUKUR Hari Ini?
Sudahkah Anda BERSYUKUR Hari Ini?
Bersyukurlah karena engkau tidak memiliki semua yang diinginkan,
Jika engkau memiliki semuanya, apa lagi yang hendak dicari?
Bersyukurlah saat engkau tidak mengetahui sesuatu,
Karena itu memberi kesempatan kepadamu untuk belajar.
Bersyukurlah atas masa - masa sulit yang engkau hadapi,
Karena selama itulah engkau tumbuh menjadi dewasa.
Bersyukurlah atas keterbatasan yang engkau miliki,
Karena hal itu memberimu kesempatan untuk lebih memperbaiki diri.
Bersyukurlah atas setiap tantangan baru,
Karena hal itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.
Bersyukurlah atas kesalahan - kesalahan yang engkau perbuat,
Karena hal itu memberimu pelajaran yang sangat berharga.
Bersyukurlah ketika engkau lelah dan tak berdaya,
Karena berarti engkau telah membuat suatu perbedaan.
Adalah mudah untuk bersyukur atas hal - hal yang baik namun begitu sulit untuk hal - hal yang sebaliknya.
Kehidupan yang bermakna adalah bagi mereka yang juga bersyukur atas kesulitan yang dihadapi.
Rasa syukur bisa mengubah hal negatif menjadi positif.
Berusahalah bersyukur atas kesulitan yang engkau hadapi sehingga kesulitan itu akan menjadi berkah bagi dirimu.
Sahabat sukses, sudahkah anda BERSYUKUR hari ini?
Mau sukses disini
Bersyukurlah karena engkau tidak memiliki semua yang diinginkan,
Jika engkau memiliki semuanya, apa lagi yang hendak dicari?
Bersyukurlah saat engkau tidak mengetahui sesuatu,
Karena itu memberi kesempatan kepadamu untuk belajar.
Bersyukurlah atas masa - masa sulit yang engkau hadapi,
Karena selama itulah engkau tumbuh menjadi dewasa.
Bersyukurlah atas keterbatasan yang engkau miliki,
Karena hal itu memberimu kesempatan untuk lebih memperbaiki diri.
Bersyukurlah atas setiap tantangan baru,
Karena hal itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.
Bersyukurlah atas kesalahan - kesalahan yang engkau perbuat,
Karena hal itu memberimu pelajaran yang sangat berharga.
Bersyukurlah ketika engkau lelah dan tak berdaya,
Karena berarti engkau telah membuat suatu perbedaan.
Adalah mudah untuk bersyukur atas hal - hal yang baik namun begitu sulit untuk hal - hal yang sebaliknya.
Kehidupan yang bermakna adalah bagi mereka yang juga bersyukur atas kesulitan yang dihadapi.
Rasa syukur bisa mengubah hal negatif menjadi positif.
Berusahalah bersyukur atas kesulitan yang engkau hadapi sehingga kesulitan itu akan menjadi berkah bagi dirimu.
Sahabat sukses, sudahkah anda BERSYUKUR hari ini?
Mau sukses disini
Belajar Dari Seekor Belalang
Belajar Dari Seekor Belalang
Sahabat blog motivasi sukses, ada kisah inspiratif tentang belalang yang patut kita simak. Seekor belalang telah lama terkurung di dalam sebuah kotak. Suatu hati ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya.
Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain, namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.
Dengan penasaran dia menghampiri belalang lain itu dan bertanya, “Mengapa Kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?” Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan, “Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan .”
Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.
Kadang-kadang kita manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman, tradisi, dan kebiasaan bisa membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam-dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.
Tahukan Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa di ikat hanya dengan seutas tali yang terikat pada sebilah pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat kakinya, padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya seutas tali kecil… Pernahkah Anda bertanya kepada diri Anda sendiri bahwa Anda bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau Anda mau menyingkirkan “penjara” itu?
Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap di luar batas kemampuan dan pemikiran Anda? Sebagai manusia kita berkemampuan untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami.
Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin Anda capai. Sakit memang, lelah memang, tapi jika Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Pada dasarnya, kehidupan Anda akan lebih baik kalau Anda hidup dengan cara hidup pilihan Anda sendiri, bukan dengan cara yang dipilihkan orang lain untuk Anda.
Sumber: Anonymous
mau sukses disini
Sahabat blog motivasi sukses, ada kisah inspiratif tentang belalang yang patut kita simak. Seekor belalang telah lama terkurung di dalam sebuah kotak. Suatu hati ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya.
Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain, namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.
Dengan penasaran dia menghampiri belalang lain itu dan bertanya, “Mengapa Kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?” Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan, “Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan .”
Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.
Kadang-kadang kita manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman, tradisi, dan kebiasaan bisa membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam-dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.
Tahukan Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa di ikat hanya dengan seutas tali yang terikat pada sebilah pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat kakinya, padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya seutas tali kecil… Pernahkah Anda bertanya kepada diri Anda sendiri bahwa Anda bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau Anda mau menyingkirkan “penjara” itu?
Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap di luar batas kemampuan dan pemikiran Anda? Sebagai manusia kita berkemampuan untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami.
Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin Anda capai. Sakit memang, lelah memang, tapi jika Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Pada dasarnya, kehidupan Anda akan lebih baik kalau Anda hidup dengan cara hidup pilihan Anda sendiri, bukan dengan cara yang dipilihkan orang lain untuk Anda.
Sumber: Anonymous
mau sukses disini
Langganan:
Postingan (Atom)



