Suatu ketika saya berpikir, biasa pengangguran cari ide, nah saya merenung, kira2 bisnis apa ya yang masih prospek, ternyata ketemu yang namanya "PULSA" . Pertama saya cari tu tempat agen pulsa, setelah itu aku mulai menjalankan bisnis pulsa kepada temen2 aja.Tapi kemudian aku bertemu dengan pemilik dari www.aliranpulsa.co.cc, ia bernama bp dance, ia berumur 30 tahun, sekarang ia telah berhasil mempunyai bisnis yang mantap, tp jangan kira dia langsung bisa sukses begitu saja, ia dulu pernah bekerja, membuat rumah makan, ternyata gak jalan, dan banyak yang lainnya. Sampai ia menemukan bisnis di www.aliranpulsa.co.cc, disana adalah sebuah keagenan pulsa, yang mengaktifkan kartu gsm anda, supaya dapat mengisi pulsa, ke no sendiri dan orang lain melalui hp anda, dengan harga lebih murah dari conter. dan juga berkesempatan menjadi resseler, dengan keuntungan melimpah, tp ingat juga harus dengan usaha, apa yang menjadikan saya termotivasi, yaitu dengan modal kecil, tanpa resiko pula, kalau ada mungkin cuma 5% . Coba anda bayangkan berapa modal yang anda keluarkan untuk membangun sebuah toko, dan belum lagi resiko yang di tawarkan, jangan anda pedulikan apa kata orang, ikuti kata hatimu. Ingat kata salah satu trainer dari kubik leadership, jamil azzaini, bahwa itu adalah penghalang kesuksesan, jdi keputusan terakhir di tangan anda.
salam sukses
yulianto
www.aliranpulsa.co.cc
Halaman
BISNIS ONLINE
IKLAN SUKSES
Senin, 18 Januari 2010
Minggu, 17 Januari 2010
Sedekah Seluruh Tubuh
Sedekah Seluruh Tubuh
Imam Ja’far Al-Shadiq berkata, “Sedekah itu wajib dilakukan setiap anggota tubuhmu, untuk setiap helai rambutmu, dan untuk setiap saat dalam hidupmu.
“Sedekahnya mata berarti memandang dengan penuh pertimbangan dan memalingkan penglihatan dari nafsu dan hal-hal serupa itu. “Sedekahnya telinga adalah mendengarkan suara-suara yang baik, seperti ucapan-ucapan bijak, ayat-ayat Al-Quran, dan keutamaan agama yang terkandung dalam ceramah dan khutbah. Sedekahnya telinga juga berarti menghindari dusta, kepalsuan, dan perkataan-perkataan sejenis.
“Sedekahnya lidah adalah memberikan nasihat yang baik, membangunkan mereka yang lalai, memuji orang lain, dan mengingatkan mereka.
“Sedekahnya tangan berarti menginfakkan harta kepada orang lain, bermurah hati dengan karunia Tuhan kepadamu, memakai jemarimu untuk menuliskan pengetahuan yang berguna bagi orang lain dalam ketaatan kepada Tuhan, dan juga berarti menahan tanganmu dari berbuat dosa.
“Sedekahnya kaki berarti bergegas mengunjungi orang-orang saleh, menghadiri majlis-majlis ilmu, mendamaikan orang, menyambungkan silaturahmi, melaksanakan jihad, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang menentramkan hatimu dan memperkuat imanmu….”
mari sukses.
Imam Ja’far Al-Shadiq berkata, “Sedekah itu wajib dilakukan setiap anggota tubuhmu, untuk setiap helai rambutmu, dan untuk setiap saat dalam hidupmu.
“Sedekahnya mata berarti memandang dengan penuh pertimbangan dan memalingkan penglihatan dari nafsu dan hal-hal serupa itu. “Sedekahnya telinga adalah mendengarkan suara-suara yang baik, seperti ucapan-ucapan bijak, ayat-ayat Al-Quran, dan keutamaan agama yang terkandung dalam ceramah dan khutbah. Sedekahnya telinga juga berarti menghindari dusta, kepalsuan, dan perkataan-perkataan sejenis.
“Sedekahnya lidah adalah memberikan nasihat yang baik, membangunkan mereka yang lalai, memuji orang lain, dan mengingatkan mereka.
“Sedekahnya tangan berarti menginfakkan harta kepada orang lain, bermurah hati dengan karunia Tuhan kepadamu, memakai jemarimu untuk menuliskan pengetahuan yang berguna bagi orang lain dalam ketaatan kepada Tuhan, dan juga berarti menahan tanganmu dari berbuat dosa.
“Sedekahnya kaki berarti bergegas mengunjungi orang-orang saleh, menghadiri majlis-majlis ilmu, mendamaikan orang, menyambungkan silaturahmi, melaksanakan jihad, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang menentramkan hatimu dan memperkuat imanmu….”
mari sukses.
Mencuri Uang Anak Sendiri
Mencuri Uang Anak Sendiri
Seorang lelaki datang kepada Nabi saw, mengadukan ayahnya yang menghabiskan uang miliknya tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya. Nabi yang mulia memanggil ayah orang itu ke hadapannya. Ketika lelaki jompo itu datang dengan tertatih-tatih bersandar pada tongkatnya, Nabi bertanya, “Betulkah kau mengambil uang anakmu tanpa seizinnya?”
“Wahai Nabi Allah,” lelaki itu menangis, “ketika aku kuat dan anakku lemah, ketika aku kaya dan dia miskin, aku tidak membelanjakan uangku kecuali untuk memberi makan kepadanya, bahkan terkadang aku membiarkan diriku kelaparan asalkan dia boleh makan. Sekarang aku telah tua dan lemah sementara anakku tumbuh kuat. Aku telah jatuh miskin sementara anakku menjadi kaya. Ia mulai menyembunyikan uangnya dariku. Dahulu aku menyediakan makan untuknya tapi sekarang ia hanya menyiapkan makan untuk dirinya. Aku tak pernah memperlakukan ia seperti ia mempelakukanku. Jika saja aku masih sekuat dulu, aku akan merelakan wangku untuknya.”
Ketika mendengar hal ini, airmata Nabi saw jatuh berlinang seperti untaian mutiara menimpa janggutnya yang suci, “Baiklah,” Nabi berkata, “habiskan seluruh uang anakmu sekehendak hatimu. Uang itu milikmu…”
klik sukses.
Seorang lelaki datang kepada Nabi saw, mengadukan ayahnya yang menghabiskan uang miliknya tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya. Nabi yang mulia memanggil ayah orang itu ke hadapannya. Ketika lelaki jompo itu datang dengan tertatih-tatih bersandar pada tongkatnya, Nabi bertanya, “Betulkah kau mengambil uang anakmu tanpa seizinnya?”
“Wahai Nabi Allah,” lelaki itu menangis, “ketika aku kuat dan anakku lemah, ketika aku kaya dan dia miskin, aku tidak membelanjakan uangku kecuali untuk memberi makan kepadanya, bahkan terkadang aku membiarkan diriku kelaparan asalkan dia boleh makan. Sekarang aku telah tua dan lemah sementara anakku tumbuh kuat. Aku telah jatuh miskin sementara anakku menjadi kaya. Ia mulai menyembunyikan uangnya dariku. Dahulu aku menyediakan makan untuknya tapi sekarang ia hanya menyiapkan makan untuk dirinya. Aku tak pernah memperlakukan ia seperti ia mempelakukanku. Jika saja aku masih sekuat dulu, aku akan merelakan wangku untuknya.”
Ketika mendengar hal ini, airmata Nabi saw jatuh berlinang seperti untaian mutiara menimpa janggutnya yang suci, “Baiklah,” Nabi berkata, “habiskan seluruh uang anakmu sekehendak hatimu. Uang itu milikmu…”
klik sukses.
Tiga Buah Nasehat
Tiga Nasehat
Pada suatu hari, ada seseorang menangkap burung. Burung itu berkata kepadanya, Aku tak berguna bagimu sebagai tawanan. Lepaskan saja aku. Nanti aku beri kau tiga nasihat.
Si burung berjanji akan memberikan nasihat pertama ketika berada dalam genggaman orang itu. Yang kedua akan diberikannya kalau ia sudah berada di cabang pohon dan yang ketiga ketika ia sudah mencapai puncak bukit.
Orang itu setuju, lalu ia meminta nasihat pertama. Kata burung itu, Kalau kau kehilangan sesuatu, meskipun engkau menghargainya seperti hidupmu sendiri, jangan menyesal.
Orang itu pun melepaskannya dan burung itu segera melompat ke dahan. Disampaikannya nasihat yang kedua, Jangan percaya kepada segala yang bertentangan dengan akal, apabila tak ada bukti.
Kemudian burung itu terbang ke puncak gunung. Dari sana ia berkata, Wahai manusia malang! Dalam diriku terdapat dua permata besar, kalau saja tadi kau membunuhku, kau akan memperolehnya. Orang itu sangat menyesal memikirkan kehilangannya, namun katanya, setidaknya, katakan padaku nasihat yang ketiga itu!
Si burung menjawab, Alangkah tololnya kau meminta nasihat ketiga sedangkan yang kedua pun belum kau renungkan sama sekali. Sudah kukatakan padaku agar jangan kecewa kalau kehilangan dan jangan mempercayai hal yang bertentangan dengan akal. Kini kau malah melakukan keduanya. Kau percaya pada hal yang tak masuk akal dan menyesali kehilanganmu. Aku pun tidak cukup besar untuk menyimpan dua permata besar! Kau tolol! Oleh karenanya kau harus tetap berada dalam keterbatasan yang disediakan bagi manusia.
(Catatan: Dalam lingkungan darwis, kisah ini dianggap sangat penting untuk mengakalkan fikiran siswa sufi, menyiapkannya menghadapi pengalaman yang tidak boleh dicapai dengan cara-cara biasa. Di samping penggunaannya sehari-hari di kalangan sufi, kisah ini terdapat juga dalam karya klasik Rumi, Matsnawi. Kisah ini juga ditonjolkan dalam Kitab Ketuhanan karya Fariduddin Aththar, salah seorang guru Rumi. Kedua tokoh sufi itu hidup pada abad ketiga belas.)
sukses yuk.
Pada suatu hari, ada seseorang menangkap burung. Burung itu berkata kepadanya, Aku tak berguna bagimu sebagai tawanan. Lepaskan saja aku. Nanti aku beri kau tiga nasihat.
Si burung berjanji akan memberikan nasihat pertama ketika berada dalam genggaman orang itu. Yang kedua akan diberikannya kalau ia sudah berada di cabang pohon dan yang ketiga ketika ia sudah mencapai puncak bukit.
Orang itu setuju, lalu ia meminta nasihat pertama. Kata burung itu, Kalau kau kehilangan sesuatu, meskipun engkau menghargainya seperti hidupmu sendiri, jangan menyesal.
Orang itu pun melepaskannya dan burung itu segera melompat ke dahan. Disampaikannya nasihat yang kedua, Jangan percaya kepada segala yang bertentangan dengan akal, apabila tak ada bukti.
Kemudian burung itu terbang ke puncak gunung. Dari sana ia berkata, Wahai manusia malang! Dalam diriku terdapat dua permata besar, kalau saja tadi kau membunuhku, kau akan memperolehnya. Orang itu sangat menyesal memikirkan kehilangannya, namun katanya, setidaknya, katakan padaku nasihat yang ketiga itu!
Si burung menjawab, Alangkah tololnya kau meminta nasihat ketiga sedangkan yang kedua pun belum kau renungkan sama sekali. Sudah kukatakan padaku agar jangan kecewa kalau kehilangan dan jangan mempercayai hal yang bertentangan dengan akal. Kini kau malah melakukan keduanya. Kau percaya pada hal yang tak masuk akal dan menyesali kehilanganmu. Aku pun tidak cukup besar untuk menyimpan dua permata besar! Kau tolol! Oleh karenanya kau harus tetap berada dalam keterbatasan yang disediakan bagi manusia.
(Catatan: Dalam lingkungan darwis, kisah ini dianggap sangat penting untuk mengakalkan fikiran siswa sufi, menyiapkannya menghadapi pengalaman yang tidak boleh dicapai dengan cara-cara biasa. Di samping penggunaannya sehari-hari di kalangan sufi, kisah ini terdapat juga dalam karya klasik Rumi, Matsnawi. Kisah ini juga ditonjolkan dalam Kitab Ketuhanan karya Fariduddin Aththar, salah seorang guru Rumi. Kedua tokoh sufi itu hidup pada abad ketiga belas.)
sukses yuk.
Bukti Kesuksesan
Bukti Kesuksesan
11:10 Diposkan oleh yanuar
Di sebuah keluarga harimau, yang mana mempunyai 4 ekor anak, ada salah satu anak yang sangat lemah, bila induknya mendapatkan mangsanya si lemah ini tidak mampu bersaing mendapatkan makanan yang diberikan orang tuanya tersebut, sehingga dia hanya mendapatkan sedikit dan badannya pun kelihatan sangat kurus.
Saudara-saudaranya pun dengan sombong mengejek harimau yang lemah tersebut, sehingga pada akhirnya si harimau yang lemah tersebut di tinggalkan oleh keluarganya. Mereka merasa yang lemah bukan kelompok dan saudara mereka, yang mana setiap harimau harus kuat, harus bisa menagkap mangsa dan di takuti oleh hewan lain.
Sekarang tinggallah si harimau lemah tersebut sendirian tanpa saudara dan induknya. Dia harus bertahan hidup sendirian dia harus mencari makan sendirian” aku harus berubah, aku tidak ingin menjadi harimau yang lemah lagi” pikir harimau tersebut dalam hati.
Sejak saat itu dia berkelana sendirian dan bekerja keras untuk menjadi harimau yang kuat, banyak halangan dan rintangan yang ia lalui. Dia mulai bisa menangkap mangsa dari yang kecil-kecil dulu. Seiring dengan perkembangan usia dan pengalaman si harimau yang dulunya lemah ini sekarang menjadi sangat kuat dan ganas, dia sudah bisa menangkap mangsa-mangsa yang berukuran besar seperti induk sapi dan kerbau.
Pada suatu hari, dia sedang mengejar mangsanya dan rupanya mengsanya tersebut dikejar oleh harimau yang lain, tetapi dialah yang mendapatkannya, harimau yang lain pun sangat kesal dan menghampiri harimau yang kuat tersebut. “ hey teman, kamu dari kelompok mana? Si harimau kuat itupu menjawab, aku tidak punya kelompok, aku sendirian, aku di tinggalkan saudara-saudaraku dulu. Mendengar ucapan harimau tersebut, harimau yang satunya lagi berpikir dalam hati, “ jangan-jangan dia adalah saudara ku dulu..hey teman, akulah saudaramu. Tidak disangka kamu sudah menjadi kuat sekarang. Sekarang harimau tersebut sudah diterima kembali oleh kelompoknya.
Cerita diatas sering kali terjadi pada kehidupan kita sehari-hari, kita di ejek dan dihina orang lain karena tidak mampu melakukan suatu hal atau menjadi orang yang sukses… “ jadikan lah sebuah ejekan dan hinaan orang lain sebagai pembangkit semangat, kita akan merasakan kepuasan yang mendalam jika kita mampu melakukan apa yang dikatakan orang lain tidak mampu kita lakukan".
Buktikan kalau kita bisa, kita mampu jadi orang sukses. Hanya dengan bukti kesuksesan, maka jati diri kita lambat laun akan diterima dan di akui oleh orang lain.
jika kita sudah sukses, banyak kok yang mengaku keluarga, seperti cerita si harimau di atas.....!hehehe
salam sukses untuk semuanya.Mau sukses disini.
11:10 Diposkan oleh yanuar
Di sebuah keluarga harimau, yang mana mempunyai 4 ekor anak, ada salah satu anak yang sangat lemah, bila induknya mendapatkan mangsanya si lemah ini tidak mampu bersaing mendapatkan makanan yang diberikan orang tuanya tersebut, sehingga dia hanya mendapatkan sedikit dan badannya pun kelihatan sangat kurus.
Saudara-saudaranya pun dengan sombong mengejek harimau yang lemah tersebut, sehingga pada akhirnya si harimau yang lemah tersebut di tinggalkan oleh keluarganya. Mereka merasa yang lemah bukan kelompok dan saudara mereka, yang mana setiap harimau harus kuat, harus bisa menagkap mangsa dan di takuti oleh hewan lain.
Sekarang tinggallah si harimau lemah tersebut sendirian tanpa saudara dan induknya. Dia harus bertahan hidup sendirian dia harus mencari makan sendirian” aku harus berubah, aku tidak ingin menjadi harimau yang lemah lagi” pikir harimau tersebut dalam hati.
Sejak saat itu dia berkelana sendirian dan bekerja keras untuk menjadi harimau yang kuat, banyak halangan dan rintangan yang ia lalui. Dia mulai bisa menangkap mangsa dari yang kecil-kecil dulu. Seiring dengan perkembangan usia dan pengalaman si harimau yang dulunya lemah ini sekarang menjadi sangat kuat dan ganas, dia sudah bisa menangkap mangsa-mangsa yang berukuran besar seperti induk sapi dan kerbau.
Pada suatu hari, dia sedang mengejar mangsanya dan rupanya mengsanya tersebut dikejar oleh harimau yang lain, tetapi dialah yang mendapatkannya, harimau yang lain pun sangat kesal dan menghampiri harimau yang kuat tersebut. “ hey teman, kamu dari kelompok mana? Si harimau kuat itupu menjawab, aku tidak punya kelompok, aku sendirian, aku di tinggalkan saudara-saudaraku dulu. Mendengar ucapan harimau tersebut, harimau yang satunya lagi berpikir dalam hati, “ jangan-jangan dia adalah saudara ku dulu..hey teman, akulah saudaramu. Tidak disangka kamu sudah menjadi kuat sekarang. Sekarang harimau tersebut sudah diterima kembali oleh kelompoknya.
Cerita diatas sering kali terjadi pada kehidupan kita sehari-hari, kita di ejek dan dihina orang lain karena tidak mampu melakukan suatu hal atau menjadi orang yang sukses… “ jadikan lah sebuah ejekan dan hinaan orang lain sebagai pembangkit semangat, kita akan merasakan kepuasan yang mendalam jika kita mampu melakukan apa yang dikatakan orang lain tidak mampu kita lakukan".
Buktikan kalau kita bisa, kita mampu jadi orang sukses. Hanya dengan bukti kesuksesan, maka jati diri kita lambat laun akan diterima dan di akui oleh orang lain.
jika kita sudah sukses, banyak kok yang mengaku keluarga, seperti cerita si harimau di atas.....!hehehe
salam sukses untuk semuanya.Mau sukses disini.
Langganan:
Postingan (Atom)



